Cerita: Doa di Meja Persembahan

Di sebuah rumah sederhana, seorang anak bernama Liang berdiri dengan tenang di depan meja persembahan. Di atas meja itu ada buah segar, sebuah cangkir kecil, lilin yang menyala, dan tiga batang dupa yang mengepulkan asap harum.

Liang merapatkan kedua tangannya di depan dada. Ia menundukkan kepala dengan penuh hormat, berdoa kepada Nabi Kongzi (Konfusius) yang potret wajahnya tergantung di dinding.

“Terima kasih atas ajaranmu, Guru,” bisik Liang dalam hati. “Aku berjanji akan selalu belajar dengan rajin, menghormati orang tua, dan berbuat baik kepada sesama.”

Asap dupa perlahan naik ke udara, seolah membawa doa Liang ke langit. Lilin yang menyala memberi cahaya hangat, mengingatkan bahwa kebajikan akan selalu menerangi jalan hidup.

Setelah selesai berdoa, Liang tersenyum. Ia merasa hatinya damai. Ia tahu bahwa ibadah bukan hanya tentang persembahan di meja, tetapi juga tentang bagaimana ia menjalani hidup dengan penuh hormat, kasih sayang, dan kebaikan setiap hari.

 Harga : Rp Rp12.500

Dikirimkan Dari : Jl Jetis Permai Gg Pepaya Rt02/X N001A Gentan Baki Sukoharjo

Komentar